Bahaya Terjerat Kecanduan Judi Slot Online, Karena Tidak Hati-hati Mengelola Uang

Bahaya Terjerat Kecanduan Judi Slot Online, Karena Tidak Hati-hati Mengelola Uang

Iwan Aji, sarjana psikologi yang pernah mapan bekerja di sebuah bank, ditangkap warga Sidoarjo karena upaya perampokan. Seperti dilansir harian Jawa Pos, Iwan mengaku terpaksa merampok karena kehabisan uang untuk berjudi. Lajang berusia 30 tahun ini awalnya sama sekali tidak tertarik dengan perjudian sampai suatu saat ia berjudi hanya karena iseng. Keisengan berjudi online ini telah meyeretnya lebih jauh ke dunia judi yang lebih dalam hingga menguras seluruh tabungan bahkan gajinya.

Judi merupakan aktivitas mematikan yang telah berumur sejak zaman Babilonia kuno. Sangat banyak kisah memilukan yang dialami para penjudi seperti Iwan di atas. Anehnya, tak sedikit yang masih bersikukuh dengan dunia judinya walaupun ia tahu segala risiko yang mengancamnya. Kecenderungan ini makin dipermudah dengan munculnya smartphone dan internet yang makin mempermudah masyarakat untuk berjudi. Fenomena ini semakin diperparah dengan kreativitas para bandar dalam menjaring korban sebanyak-banyaknya melalui perjudian yang dibalut game. “Keakraban” ini makin mendekatkan pengguna internet dengan berbagai bentuk judi online yang kreatif lainnya seperti judi bola online, QQ, tembak ikan, dragon and tiger, dan slot online yang merugikan itu.

Mau Hemat Malah Jatuh Melarat

Penyebab awam terjerat judi bisa karena pergaulan bisa juga karena desakan untuk memiliki uang banyak dengan cara cepat. Desakan ini bisa muncul karena adanya target yang harus segera terpenuhi. Target untuk segera membangun rumah atau memiliki mobil bisa menjadi pendorong pontensial seorang awam mencoba merambah dunia judi. Dengan bermodalkan iseng dan taruhan kecil yang tidak terlalu berisiko, penjudi pemula berkeyakinan akan berhenti jika kedapatan rugi dan meneruskan berjudi jika mendapatkan untung sampai modalnya kembali atau terus-menerus berjudi. Sialnya, ikrar akan berhenti berjudi ini ternyata diingkari karena ketidakberdayaan melepaskan diri dari lilitan judi yang erat mengikatnya. Mereka akan mencoba berbagai permainan judi lainnya seprti slot online yang merugikanitu atau QQ.

Kecerobohan dalam mengelola keuangan bisa mendesak awam untuk sekadar mencicipi manisnya judi yang kerap muncul dalam bentuk iklan di HP pengguna. Orang-orang seperti ini selalu meremehkan masalah keuangan dengan berdasarkan bahwa uang dapat dicari kembali. Awalnya mencoba berhemat karena target yang akan dibeli. Tetapi saat menghitung kembali hasil simpanannya, hatinya tergelitik untuk mempercepat penambahan isi tabungan dengan cara yang cepat pula. Sialnya, cara yang  ditempuh justru akan menyerertnya ke jurang tanpa dasar kemiskinan.

Mempertaruhkan Keluarga di Meja Judi

Pecundang sejati akan mempertaruhkan segalanya di meja judi, termasuk keluarga. Penjudi patoligis tak segan mempertaruhkan hartanya, asetnya, bahkan harta warisannya. Ia juga dengan ringan kehilangan anak, isitri, dan keluarganya asal tetap berdampingan dengan meja judi. Kehabisan uang, bagi para penjudi, sama sekali tidak akan menghentikan kesenangannya dalam berjudi. Ia akan melakukan apa saja agar tetap dapat berjudi. Biasanya penjudi akan menjual harta dan asetnya sebagai langkah pertama saat penjudi kehabisan uang. Langkah berikutnya ia akan utang, sialnya hanya rentenir dengan bunga selangit yang mau memberi pinjaman. Dari sini, masa depan penjudi sudah dapat ditebak. Ia akan melakukan tindakan kriminal seperti Iwan di atas yang berakhir di penjara. serta jangan pernah membuka situs ini : Qqpedia1.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*